Translate

Mukadimah


Pengetahuan adalah salah satu dasar penopang kehidupan manusia. Manusia bisa melakukan sesuatu karena ia memiliki pengetahuan akan sesuatu tersebut. Tanpa pengetahuan, manusia akan kesulitan untuk melakukan hal sebagaimana mestinya, dan–tanpa pengetahuan–segala tindakan manusia tidak akan berarti. Sehingga segala aktifitas kehidupan manusia, haruslah berdasarkan pada pengetahuan. Begitu pula segala bentuk perubahan sosial yang merupakan tindakan dari manusia juga harus berdasarkan pada pengetahuan.

***



Alienasi, BUKAN MEDIA mainstream. Tidak dikelola secara institusi/lembaga maupun kelompok. Halaman ini pada awalnya merupakan media publikasi gagasan ilmiah, dan pandangan subjektif terhadap beberapa kondisi sosial yang terjadi, yang dibawakan oleh seorang pembelajar di bidang Teknik, dengan tujuan utama memberikan pendidikan ekonomi-politik terhadap rakyat[1] dalam perannya terhadap perkembangan teknik dan kebudayaan pada periode di dalam perkembangan sejarah manusia. Perspektif yang digunakan di dalam tulisan dan gagasan yang dimuat, berasal dari visiteruwujudnya Sosialisme Ilmiah –dan berdasarkan kondisi objektif yang ada dalam mendukung serta menyiapkan syarat-syarat material untuk mencapai visi tersebut. Seluruh konten yang diterbitkan di sini tidak bersifat doktrin/dogmatis, sehingga tidak tertutup untuk dikritik, ditolak dan sebaliknya.

Kami bisa dijumpai melalui surel david17dunn[at]gmail[dot]com, atau melalui halaman kontak.

Satu hal yang menjadi catatan penting; setiap tulisan di sini secara tegas menolak Kapitalisme (bukan anti-kapitalisme); menolak konten yang bersifat SARA; dan berisi ujaran kebencian yang berlandaskan fanatisme atau sentimen sektarian; pun terhadap kontradiksi-kontradiksi sekunder. Sehingga kami berupaya selalu membagikan postingan yang berpihak kepada rakyat.

***



Kenapa alienasi?


Mungkin, beberapa dari pembaca di sini, ada yang pernah membaca tentang konsep alienasi oleh K.H. Marx. Bukan! Maksudnya bukan sama persis seperti itu. Meskipun demikian, memang, pada awalnya pemilik halaman ini benar-benar terasing. Bukan disebabkan aktivitas produksi secara langsung, tetapi karena dampak dari kapitalisme itu sendiri.

Kehidupan kapitalisme, telah membawa manusia–mayoritas–pada kesadaran kapitalisme. Akibatnya, segala sesuatu tentang kehidupan, baru dianggap sesuai ketika ia berlangsung sebagaimana hukum-gerak kapitalisme. Sementara di sisi lain, penulis –melalui beberapa karya Marx dan Engels, sebagian secara langsung dan sebagian lagi melalui pengembangnya (Lenin, Trotsky dkk.) –memahami bahwa perkembangan kapitalisme pada akhirnya membawanya pada krisis dan kehancurannya yang justru kontra-perkembangan di dalam kapitalisme itu sendiri. Sehingga ke-bangun-an diperlukan –selain krisis kapitalisme sendiri yang secara otomatis akan membuat para buruh untuk bangun –dari tidur lelap di bawah musik kapitalisme yang dipimpin oleh para borjuis dengan orkestranya (kapital).

Berangkat dari sinilah, siapa saja yang telah bangun (sadar), "pada awalnya" mungkin mengalami fase keterasingan. Sehingga cenderung melihat segala sesuatu tampak salah[!] Namun, fase tersebut tidak boleh berlarut. Karena, lebih lanjut, tugas yang harus dilakukan–terlebih sebagai kalangan intelektual borjuis yang sadar kelas –adalah mengkomunikasikan pengetahuan, teori dan metode analisis kepada para buruh (tulang-punggung revolusi sosialis).

Sehingga, dari situlah nama alienasi diambil dengan tujuan lebih lanjut, sebagai media alternatif untuk sumber literasi dengan level awal bagi mereka yang baru belajar tentang kapitalisme dan kritik ekonomi-politik dalam upayanya untuk melakukan penyadaran kelas sebagai syarat material menuju revolusi sosialis.

Meskipun demikian, menunda dan menunggu revolusi sosialis dikarenakan asumsi bahwa belum seluruhnya buruh sadar akan kelasnya, justru membawa hal tersebut (revolusi sosialis) sebagai sesuatu yang utopis. Sehingga sebagaimana salah satu hukum dialektika (perubahan kuantitas mejadi kualitas) yang mengajarkan pada kita bahwa perubahan tidak selalu berjalan linear (lurus), tetapi pada situasi tertentu mengalami loncatan perubahan. Dari situ, penulis menekankan untuk tidak mereduksi tujuan hanya untuk penyadaran kelas semata. Lebih jauh (tidak hanya sebagai metode penyadaran kelas), melakukan kerja-kerja analisis terhadap situasi objektif material, untuk menerangkan refleks-historis dari perkembangan kontradiksi-kontradiksi yang ada dan, untuk memformulasikan prognosis dalam agenda revolusioner ke depan yang segaris dengan visi yang telah disampaikan.

Dengan demikian, mari bersama mempersiapkan srayat-syarat material menuju sosialisme-ilmiah (komunisme). Syarat di mana sebuah masyarakat sosialis dapat tumbuh dan berkembang di dalamnya. Lebih jauh lagi, agar kita tidak terjebak dan malah mereduksi visi yang telah kita pancangkan di atas, yakni sebagaimana kapitalisme, tujuan sosialisme bukanlah menciptakan syarat-syarat sosialisme yang di dalamnya termasuk kesadaran kelas. Tetapi tujuan sejati sosialisme adalah menciptakan kehidupan sosialis, sehingga darinyalah kesadaran sosialisme akan tumbuh, dan darinyalah kelas dihapuskan!

***



Pada akhirnya pun Muhammad sebagai manusia dari kelas pekerja menyampaikan ajarannya–wahyu–sebagai Rasul kepada para buruh untuk mendidik dan menggalang kekuatan bersama para budak untuk meruntuhkan kekuasaan kaum kapitalis Quraisy dan menghapus sistem kelas. Tetapi Muhammad bukanlah juru selamat pun ratu adil!


Salam Revolusioner,
ALIENASI







  1. Rakyat merupakan semua golongan sosial yang menentang Penjajahan dan Penindasan. Sebaliknya yang tidak menentang hal tersebut adalah Musuh Rahyat.